Cerita tentang Perjalanan Ngeblog Nabilaghaidazia.com Seorang Guru TK dan Hal yang Didapatkan dari Ngeblog

By Nabila Ghaida Zia - Januari 15, 2021



Sorot kamera televisi itu terus menyorot wajah seseorang yang terus menangis. Tangannya kini tak lagi mampu menutupi wajahnya yang sedang menangis. 

Semua orang tahu bahwa ia sedang mengalami kepedihan yang teramat sangat. Bagaimana tidak, musibah tanah longsor merenggut dua orang tua terkasih saat ia sedang di perantauan. 

Aku kenal seseorang yang sedang menangis di layar kaca itu. Dia adalah teman satu sekolahku saat aku SMP dan SMA. 

Tak terasa air mataku ikut mengalir. Aku ikut merasakan kepedihan yang ia rasakan. 

Kembali Demi Bakti 

Enam tahun lalu musibah tanah longsor telah menghilangkan satu dusun yang masih satu kecamatan dengan tempatku tinggal yakni kecamatan Karangkobar. 

Dalam hitungan detik saat menjelang magrib, lereng bukit longsor dan melindas habis rumah warga dan menewaskan kurang lebih 300 warga dari 53 kepala keluarga, termasuk orang tua temanku. 

Musibah tanah longsor itu hanya berjarak kurang lebih dua kilometer dari rumahku. Saat tanah longsor terjadi, aku kebetulan sedang ada di perantauan, menuntut ilmu sebagai mahasiswa statistika Undip angkatan 2012. 

Desaku yang berada di pusat kecamatan menjadi posko para relawan dan pusat aktivitas para relawan. Musibah tanah longsor itu benar-benar membuat jalan provinsi tertutup timbunan longsor. 

Banyak relawan berdatangan, termasuk relawan dari Peduli Muslim. Semenjak kejadian tanah longsor itu relawan Peduli Muslim mengajak beberapa warga Karangkobar termasuk ibuku untuk mendirikan sebuah TK berbasis islam terpadu untuk meluaskan dakwah karena masih jarang ada TK islam terpadu di desaku. 

Akhirnya terbentuklah TK islam terpadu yang dinamakan TK Islam Terpadu Ibnu Hajar Al Asqolani. Tempat yang digunakan adalah bekas dari kandang bebek saat itu. 

Jumlah muridnya saat 16 orang, adalah prestasi sendiri sebuah sekolah baru memiliki 16 murid. 

Angkatan pertama TK ini menghasilkan lulusan yang benar-benar membuat orang kagum, bisa membaca Al Quran dengan lancar, hafal surat yang ada pada juz 30, doa sehari-hari, dan hadits-hadits pilihan. 

Tahun 2017, aku lulus dari Undip dan diminta ibu untuk kembali ke desa. 

"Dengan kamu mengajar di TK, kamu bisa ikut berdakwah dan belajar menjadi seorang ibu." bujuk ibuku lewat telepon untuk meyakinkanku. 

Tak pernah ada bayangan untuk menjadi guru TK seumur hidupku, bayanganku ketika lulus adalah pergi merantau ke Jakarta. Apalagi saat itu aku pernah menjadi Campus Marketeers Club Ambassador dan katanya kalau aku mau masuk Mark Plus Inc ada prioritas. 

Akhirnya, aku memilih kembali ke desa memenuhi keinginan ibu dan menolak panggilan dari Pertamina dan XL Axiata. 

Apakah aku menyesal? Tidak! Bagiku bakti kepada kedua orang tua adalah sarana yang memudahkan jalanku menuju impianku. 

Tentang Sebuah Impian Menjadi Penulis


Aku ingin menjadi seorang penulis international best seller. Agar tulisanku dibaca dan bermanfaat bagi banyak orang sehingga menjadi amal jariah untukku. 


Nah, itulah impianku sebenarnya ketika orang-orang menanyakan apa mimpiku. 

Untuk mewujudkan itu sedari kuliah aku sudah mulai membuat blog tepatnya pada tahun 2012 dengan alamat nabilaghaidazia.blogspot.com yang sekarang sudah berganti menjadi nabillghaidazia.com.

Apa yang aku tulis? Random saja sebenarnya. Oh ya, aku memiliki beberapa blog di platform berbeda seperti WordPress dan Tumblr. 

Kebanyakan tulisanku adalah luapan dari perasaanku. Ketika aku galau dan lagi kena virus merah hati, cie. Aku akan menuliskannya. 

Saat itu blog menjadi sarana buatku menuliskan kegelisahanku akan cinta dalam diam. Cie elah. 
Memang cinta bisa memberikan banyak inspirasi untuk menulis. 

Hal lain yang aku lakukan adalah mengikuti program Bikin Buku Club (BBC) yang diadakan Inspirator Academy dan dimentorin langsung oleh Brili Agung. 

By the way, BBC itu adalah investasi terbesarku saat kuliah. Waktu itu tahun 2014, harga mentoring menulisnya sebenarnya  Rp1,5 juta tapi aku dapat potongan jadi Rp800.000. 

Jumlah uang tersebut termasuk besar untukku sehingga aku meminta keringanan untuk mencicilnya. 
Program tersebut ada pertemuan tatap muka setiap bulannya dalam kurun waktu tiga bulan di Purwokerto. Saat itu posisiku ada di Semarang. 

Pernah, aku berangkat ke Purwokerto jam 1 malam dan sampai mandi di tempat acara. Wah, pengalaman tak terlupakan. 

Aku adalah pribadi yang gigih untuk mendapatkan ilmu dimana pun ia berada, termasuk ketika ada workshop kepenulisan dari majalah Go Girl di Surabaya. 

Karena bukan hanya cinta yang perlu diperjuangkan, tetapi cita juga perlu diperjuangkan, bukan?  

Sejarah Adanya Domain Nabilaghaidazia.com

Sungguh, aku merasa jet lag ketika kembali ke desa setelah merantau kuliah. Biasanya ketika kuliah aku bisa menemukan sarana untuk mengembangkan diri seperti seminar, workshop, atau pun komunitas. 

Sempat merasa futur dan down karena butuh asupan dan lingkungan positif untuk mengembangkan diri. 

Alhamdulillah pada tahun 2019, ada postingan seleksi kelas blogging dari Genmile Banjarnegara. Ikutlah aku dan alhamdulillah lolos seleksi. 

Saat itu aku sedang hamil lima bulan, tapi semangatku begitu membara. Aku membonceng suamiku menuju tempat acara kelas blogging yang berada di daerah wisata arung jeram sungai serayu, The Pikas. 

Bertemu teman baru dan mendapat ilmu baru membuat mataku berbinar-binar. Apalagi ketika melihat blog sang mentor yaang sudah kece badai. 

"Kok aku pengen nama blogku belakangnya ada .com nya ya." 

Di sana aku dilatih mengoprak template blog dan aku sebagai lulusan statistika yang kenal dengan koding menikmati proses mengoprak blog. 

"Dengan membuat blog jadi .com membuat blog kita terlihat profesional." ucap seorang mentor. 

Wah, semakin membaralah aku ingin menjadikan blogku memiliki domain .com. 

Beberapa bulan semenjak kelas blogging itu aku memutuskan untuk membeli domain nabilaghaidazia.com di rumah web. 

Mengapa Memilih Nama Nabilaghaidazia.com?


Pertama, karena aku sangat menyukai nama pemberian ibuku. Ibuku ini futuristik sekali ya, nama nabila dan ghaida adalah nama anggota dari JKT 48. Sering banget aku disebut  sebaai anggota JKT 48. 

Arti dari namaku adalah nabila memiliki arti seseorang yang cerdas. 

Ghaida memiliki arti lemah lembut dan Zia terinspirasi dari nama anak pengusaha minyak bumi Saudi Arab.


Kedua, aku ingin sesuai dengan namaku, orang-orang yang membaca blogku akan terinspirasi, mendapatkan hal-hal baik dan menjadi amal jariah untukku.  

Ketiga, sebagai sarana personal branding untukku yang ingin dikenal sebagai penulis. 

Awalnya keraguan menghampiri karena dengan mengubah blog gratisan menjadi blog dengan Top Level Domain (TLD) maka aku harus membayar uang setiap tahunnya.

Namun, aku terus meyakinkan diri bahwa tidak ada investasi leher ke atas yang sia-sia. Aku yakin bahwa dengan mengubah blogku menjadi blog berdomain TLD akan meningkatkan produktifitasku. 

Karena kan sayang sudah membayar mahal, tapi blognya tidak dioptimalkan dengan baik. Nanti aku akan cerita apa saja yang sudah aku dapat setelah membuat blogku memiliki domain. 

Bercerita tentang Apakah Blogku?

Jadi sepengetahuanku dalam penjurusan di dunia blogging ada blog yang memiliki niche khusus, misalnya niche kecantikan, teknologi, dan semisalnya.

Nah, jujur blogku bukanlah blog yang menjurus ke niche tertentu. Kalau boleh dibilang blog yang aku miliki ini adalah lifestyle blog

Isi dari blogku lebih banyak membahas pengalamanku dalam memakai sesuatu, mengikuti kegiatan tertentu, menggunakan jasa tertentu. Intinya lebih kepada ulasan. 

Ke depannya, aku pengen blogku menjadi sarana referensi bagi orang dalam mengembangkan dirinya. Karena aku menyukai topik tentang self improvement.

Apa yang Sudah Aku Dapat dari Ngeblog?

Oke, baiklah aku akan cerita apa yang sudah aku dapat semenjak ngeblog. 

Aku mulai membuat tampilan blogku menjadi lebih profesional dengan menjadikannya memiliki domain .com semenjak bulan November 2019. 

Pada awal tahun 2020 aku memiliki resolusi mendapatkan sepuluh juta pertama dari blogging dan bisa membeli laptop impianku.

Apakah tercapai? 

Tercapai! bahkan lebih!

Namun, semuanya bukan murni dari blogging, tapi blogging sebagai sarananya. Blog yang aku buat telah menjadi portofolio yang meyakinkan bagi para klienku. 

Lalu dari mana uang tersebut? 

Aku mencoba menjadi freelance writer. 

Oh ya, aku ingin menanamkan mindset penting sebelum ingin mendapatkan hasil yang luar biasa. 

Tanamkan keinginan untuk selalu belajar hal baru dan mempraktekkannya dan rezeki akan datang dari arah tak disangka-sangka.


Sebagai guru TK dengan gaji yang jauh dari UMR, aku nekat untuk mengikuti mentoring blogging dengan nilai investasi Rp1,2 juta. 

Aku yakin bahwa rezeki akan datang dari arah yang tak disangka-sangka. 

Benar saja! Ketika aku selesai berinvestasi pada kelas tertentu ada saja rezeki yang datang. 

Misalkan setelah memutuskan investasi pada sebuah pelatihan yang akan menguras 8 bulan gajiku sebagai guru TK, eh tiba-tiba langsung dapat rezeki dalam jumlah besar juga. 

Jadi, pesanku jangan lupa untuk selalu meningkatkan kapasitas diri, agar nanti ketika ada pemasukan bisa muat banyak hehe. 

Alhamdulillah klienku  rata-rata dari perusahaan, institusi, dan kini alhamdulillah bisa part time secara remote di jalantikus.com.

Bila dirangkum inilah hal yang aku dapatkan ketika mantap terjun di dunia blogging.

1. Jaringan Pertemanan yang Semakin Meluas

Semenjak mantap terjun ke dunia blogging, aku juga aktif ikut komunitas blogging, forum blogging, dan lomba blogging. Hal ini membuatku menemukan teman-teman baru dari seantero Indonesia bahkan luar Indonesia yang memiliki passion sama di blogging.

2. Ilmu yang Bermanfaat Secara Cuma-Cuma

Sering banget setelah blogging, aku bisa dapat ilmu dengan mengikuti kelas yang diadakan gratis. Misal kelas blogging gratis dari komunitas ISB, webinar dari komunitas IIDN tentang blogging, webinar dari Growthing, dan senang sekali dapat kesempatan jadi peserta KGB (Kelas Growth Blogger).

Hal yang menyenangkan di kelas KGB adalah mengundang pemateri sesuai dengan keahliannya. Kemarin aku baru saja belajar tentang story telling dari penulis Bambang Irwanto yang kiprahnya sudah malang-melintang di dunia kepenulisan khususnya kepenulisan cerita anak.

3. Kesempatan yang Tak Terduga

Hal lain yang aku dapat dari blogging adalah mendapatkan kesempatan yang tak terduga, misalnya ikut kampanye dari brand besar, bisa satu forum dengan ibu wakil presiden, dan kesempatan tak terduga lainnya.

4. Finansial yang Melebihi Gaji Guru TK

Meski aku tak seratus persen dapat uang dari blogging, tapi blog adalah sarana untuk mendapatkan kesempatan menghasilkan finansial yang bahkan melebihi gajiku sebagai guru TK. Kadang mengerjakan tugas beberapa hari sudah setara dengan gajiku selama sebulan.

Kesimpulan

Aku sama sekali tak menyesal terjun di dunia blogging bahkan bersyukur sekali ada di dalamnya. Karena aku bisa meningkatkan kapasitas diri dengan begitu bebasnya bahkan mendapatkan finansial yang aku idamkan dari dulu. 

Aku adalah blogger pembelajar dan akan selalu haus belajar. Selamat mengembara kembali dalam dunia blogging yang penuh dinamika.


  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. iya mbak, nilai segitu juga besar buat aku
    untungnya balik modal banget ya
    alhamdulillah

    BalasHapus