Tips Ngemil Bijak Agar Berat Badan Tak Melonjak

By Nabila Ghaida Zia - September 10, 2020


 

Dua tahun sudah kamar itu terkunci. Kamar itu hanya terbuka bila waktu makan tiba atau kalau si punya kamar ingin ke kamar mandi. 

Sedih! Ekspresi kami sebagai keluarga melihat saudara kami yang memutuskan mengurung diri dan menolak berhubungan dengan dunia luar bahkan keluarganya sekalipun. 

Ketika berpapasan dengan kami, tak ada tegur sapa dua belah pihak. Bila kami menyapa, ia hanya diam saja. Entah apa yang membuatnya berpikir demikian.

Sebelum memutuskan untuk mengurung diri, ia sempat pergi ke psikiater. Namun, hasilnya nihil. Ia merasa tak menemukan jawaban atas masalah yang dideritanya. Ia meninggalkan bangku kuliahnya dan memilih kamar sebagai tempat yang benar-benar membuatnya mengerti. 

Depresi! Itu dugaanku, karena depresi itulah ia menjadi lebih pendiam dari segalanya. Ia melihat bahwa berkomunikasi dengan kami, tidak akan menyelesaikan masalahnya. Hanya membuatnya tambah sakit.

Pelampiasannya pun dilarikan pada game dan makanan. Ya, makanan. Setiap hari, kami selalu mengantar makanan ke dalam kamarnya. Selain itu, terkadang ia meminta jajanan pada ART yang ada di rumah. 

Jajanan yang diminta bisa mencapai satu plastik Indomaret besar. Itu hanya isi snack. Itu makanan yang ia minta saat siang hari. Nanti, ketika sore dan malam hari, ada cemilan lagi yang ia makan. Bahkan terkadang satu boks martabak, habis dilahapnya sendiri. 

Pokoknya makanan menjadi pelampiasan! Sama halnya denganku ketika merasa stress, makan makanan kesukaan terngiang dalam pikiran. 

Setelah anakku lahir, saudaraku itu akhirnya mulai berdamai dengan dirinya sendiri. Ia mau diajak untuk ke psikolog. Sepulangnya dari psikolog, ia mendapat obat-obatan untuk mengurangi rasa sakitnya. 

Setelah dua tahun mengurung diri. Berat badannya melonjak drastis. Awalnya hanya 80-an kg, kini menjadi 110 kg. Bayangkan ! Naik 30 kg!

Saudaraku pun sadar bahwa badannya terlalu gemuk. Ia pun mulai sadar bahwa ngemil berlebihan ternyata membuat badannya semakin berat. Setelah sadar, ia pun mulai mengontrol porsi ngemilnya. Kini, tak lagi berlebihan seperti dulu.

Selain sadar untuk tidak ngemil berlebihan, ia pun dengan suka cita mau berolahraga bersama suamiku. Berjalan-jalan pagi, dan olahraga panahan. 

Alhamdulillah perlahan tapi pasti, berat badannya kini bisa turun sembilan kilogram. Kini berat badannya berada pada kisaran 101 kilogram.

Cara yang ia lakukan adalah ngemil bijak, ngemil jika memang perut lapar. Makan berat hanya pagi dan sore hari. Malam hari sudah tidak ada cemilan lagi yang masuk. 

LOVE VS PITY DALAM TIPS NGEMIL BIJAK

Dari kasus saudaraku itu, aku jadi mengerti banyak hal. Aku memahami bagaimana kondisi psikologis seorang ibu. Seorang ibu tentunya akan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. 

Dalam hal ini, ibuku pun begitu. Hal yang selalu ibu sukai adalah berbagi makanan atau camilan. Setiap kali ibu pulang bekerja atau dari bepergian pun, ibu akan membawakan oleh-oleh. Oleh-olehnya tak harus barang-barang. Namun, camilan juga sudah menyenangkan kami.

Nah, ketika saudaraku menutup diri di kamar. Ibuku merasa campur aduk perasaannya. Ibuku selalu menanyakan, "Hari ini mau makan apa?"  kepada saudaraku itu. Dengan harapan, ia mau keluar untuk sekedar berbicara dengan ibu.

Namun, nihil. Kamarnya sepi dan tak ada sahutan. Ibu tak kekurangan berbagai cara untuk membuat saudaraku keluar dari kamarnya, termasuk membelikan camilan kesukaannya. Saat itu, yang terpenting saudaraku itu mau keluar dan berkomunikasi. 

Saat itu, ibuku belum tahu bahaya camilan yang sering dan terus-menerus diberikan. Yang penting saudaraku mau untuk bertemu dengan ibu.

Dua tahun itu menjadi tahun terberat untuk kami. Namun, ibu tak pantang menyerah!

Pasti, dalam hati ibu ada perasaan bersalah, cemas, khawatir, dan beban tanggung jawab yang berat. Meskipun secara teori love, orang tua akan melakukan hal yang berdampak baik dan positif pada tubuh anaknya, tetapi dalam hal ini camilan yang banyak sebenarnya tidak baik. Namun, itu semua aku akui sebagai salah satu tanda cinta yang ingin ibu tunjukkan. 

Oh, ya perlu diingat bahwa love dan pity, itu dua hal yang berbeda. Untuk melihat perbedaannya, bisa kamu lihat dalam tabel berikut:

Ngemil Bijak
Perbedaan Love & Pity 


Apa pun teorinya, entah bila dilihat dari sisi teori, ibuku melakukan hal yang mengasihani, tetapi tetap inti utamanya adalah cinta. 

Tujuan Ngemil Bijak

Pada tanggal, 22 Agustus lalu, aku ikut sebuah webinar dari Mondelez dan komunitas ibu-ibu doyan nulis. Webinar itu benar-benar open my eye!  Jadi, warning buat aku supaya bijak dalam ngemil. 

Soalnya, tinggal di daerah pegunungan, membuatku selalu ingin ngemil, terutama yang gurih-gurih. 
Menariknya, dalam webinar ini mengundang pembicara yang merupakan seorang psikolog klinis, Dr. Tara De Thouars. 

Mbak Tara ini membawakan materinya itu, menarik banget pokoknya. Ada simulasi untuk ngemil bijak juga. Sebenarnya pembicaranya nggak hanya Mbak Tara, ada yang lain seperti Mbak Alfa Kurnia, Ketua Divisi Blog IIDN, dan Mbak Khrisma Fitriasari yang merupakan Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia. 

Zoom Ngemil Bijak



Ternyata ngemil itu juga ada hubungannya dengan psikologis manusia. Mengapa saat stress manusia pelariannya ke makanan? Karena bukan lain, alasannya adalah makanan itu mudah ditemukan. Pantas saja, kalau aku stress, otakku langsung mikir pengen makan ini, itu, banyak sekali.

Namun, pas udah di depan makanan terlalu banyak, eh udah nggak nafsu. 

Ada fakta mengejutkan! Ternyata kebiasaan ngemil seorang anak itu dipengaruhi dari kebiasaan ngemil orang tuanya. Wow! 

Maka dari itu, peran orang tua dalam hal ini, seorang ibu itu sangat penting dalam mengelola camilan keluarga. 

Di webinar ini, aku dijelaskan tentang tujuan ngemil bijak dalam keluarga. Ada tiga tujuan yakni sebagai berikut:

  1. Ngemil bijak bertujuan untuk membenahi perilaku makan, sehingga menjadi contoh yang baik untuk anak-anak. 
  2. Ngemil bijak untuk mengatasi kecemasan dan perasaan bersalah yang membuat ibu malah tidak memberikan yang terbaik untuk anaknya.
  3. Ngemil bijak bertujuan untuk mengutamakan apa yang lebih baik untuk anaknya, bukan sebatas apa yang diinginkan oleh anaknya. 

Cara Ngemil Bijak

Nah, bagaimana sih cara ngemil bijak. Ini dia caranya yang diajarkan oleh Mba Tara. Ada tiga langkah yakni sebagai berikut:

1. Cek Sinyal Tubuh

Coba cek, yang lapar itu pikiranmu atau perutmu? Nah, ini penting. Kamu pengen ngemil itu karena perut emang lagi bunyi kruyuk-kruyuk, lapar, atau karena pengen melampiaskan emosi dalam makanan. 

Untuk mengeceknya, kamu bisa gunakan cara ini: 

Pejamkan mata, ambil posisi nyaman. Atur nafas dan fokuskan pada hidung. Amati apa yang dilakukan hidung! Perhatikan sesaat angin keluar dan rasakan sensainya. 

Lalu, fokuskan perhatian kamu ke arah dada. Perhatikan aktivitas yang ada di dada. Rasakan bedanya detak jantung dan kemudian alihkan ke perut. Fokus pada aktivitas di perut!

Nah, saat fokus di perut. Tanyakan pada diri, "Apakah aku benar-benar lapar?"

Kalau iya, makanlah. Kalau tidak, ganti dengan aktivitas lain.

2. Relaksasi 

Nah, kalau kamu pengen ngemil. Langkah selanjutnya tanyakan pertanyaan ini pada diri kamu:

Apakah ini makanan tepat untuk saya?

Apakah makanan ini terbaik untuk saya dan jadi kebutuhan saat ini?

3.  Mindful Eating

Nah, biar ngemilnya nggak keblabasan, gunakan semua panca indera.

Gunakan mata, untuk melihat bentuk dari makanan itu, bagaimana tampilannya. Intinya nikmati keindahan makanan itu.

Gunakan hidung untuk mencium aroma makanannya dan nikmatilah.

Gunakan indra peraba untuk menyentuh dan meraba tekstur dari makanan.

Gunakan mulut untuk mengunyah dan merasakan rasa dari makanan.

Gunakan hidung untuk fokus pada bunyi sensasi mengunyah dari makanan. 

4. Tunggu Sebentar

Sebelum makan, cobalah untuk menahan sekitar 10-20 menit agar muncul momen delay gratification, dimana menahan kesenangan terlebih dahulu dibanding apa yang terjadi sesudahnya.

5. Bersyukur

Nah, ini penting banget untuk mensyukuri makanan apa pun yang masuk dalam tubuh. Setelah bersyukur jangan lupa untuk membuat rencana camilan selanjutnya. Pastikan pilih cemilan yang sesuai dengan kebutuhan. 

Penutup


Nah, itulah dia cara ngemil bijak yang bisa kita terapkan. 
Apa pun yang berlebihan memang tidak baik. Ngemil berlebihan juga tidak baik. Ngemillah bila hanya lapar jangan karena memenuhi emosi diri. 

Karena sudah terbukti pada saudara saya bahwa ngemil tidak bijak dan mengikuti emosi semata, membuatnya naik 30 kg. Alhamdulillah dengan menerapkan ngemil bijak, berat badannya mulai susut sembilan kilogram.

Selamat menjadi panutan yang baik dalam ngemil bijak!

"Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba #NgemilBijak yang diadakan oleh Ibu-Ibu Doyan Nulis."

Kamu juga bisa ikutan loh. Ini info lombanya:



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar