Indscript Creative, Wujudkan Impian Perempuan Indonesia Sukses Dari Rumah

By Nabila Ghaida Zia - April 28, 2020



Indscript Creative
Indscript Creative


Selamat bertambah umur Indscript Creative yang ke tiga belas. Barakallah semoga selalu menjadi wadah bagi perempuan Indonesia untuk bisa sukses, produktif dan menghasilkan dari rumah. 


Pernah mendengar Indscript Creative?  Bagi ibu-ibu yang suka Online, Facebook-an, menulis atau berbisnis maka Indscript Creative ini sudah tak asing didengar. Buat yang belum, yuk kenalan lewat tulisan ini.

Apa itu Indscript Creative

Indari Mastuti
Indari Mastuti , Founder Indscript Creative
Sumber : Facebook Indari Mastuti

Sebuah bisnis selalu berawal dari trigger yang kuat. Begitu juga lahirnya indscript creative

Indscript Creative lahir atas keinginan foundernya Teh Indari Mastuti untuk bisa menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.
Branding yang dikenal dari Indscript Creative adalah branding penulisannya. Branding tersebut muncul karena latar belakang dari foundernya, Teh Indari Mastuti yang merupakan penulis juga. Teh Indari, panggilan akrabnya, mulai menjadi penulis sejak tahun 2004.


Tahun 2007, Teh Indari memutuskan untuk menikah. Keputusannya menikah juga menghasilkan keputusan lainnya yakni ingin secara total berprofesi sebagai penulis dan melepaskan karir di dunia telekomunikasi. 


Tahun 2007 profesi penulis masih sangat asing ditelinga masyarakat namun Teh Indari meyakini bahwa bisnis kepenulisan ke depannya akan terus berkembang. Saat itu hanya teh indarilah yang menjadi penulis di indscript creative. Barulah ketika ada tawaran dari penerbit untuk menulis buku dengan berbagai tema, maka teh Indari butuh partner untuk mengerjakan buku dengan beraneka ragam tema itu. 



"Tidak mudah mencari penulis pada masa itu, sebab pada saat itu orang-orang sendiri juga awam dengan yang namanya agensi naskah bahkan penulis-penulis yang memang sudah ada di Indonesia pada masa itu, lebih memilih untuk langsung ke Penerbit dibandingkan melalui agency naskah" Cerita Teh Indari

Saat awal Teh Indari hanya berjuang dengan tiga orang penulis yakni Bang Aswi, Anton dan Tati. Keterbatasan mencari penulis tidak lantas membuat teh Indari menyerah. Ia terus mengembangkan diri, mencari penulis dalam setiap celah sosial media yang ada saat itu mulai dari friendster yang kini gaungnya sudah tak terdengar lagi hingga Yahoo group.  Teh Indari terus berjuang mengembangkan Indscript agar menjadi agen naskah yang melahirkan banyak generasi penulis.

Nah, sampai disini sudah paham apa itu Indscript creative. Kalau belum, aku jelasin secara gamblang ya.

Indscript creative ini merupakan wadah atau sarana bagi perempuan Indonesia khususnya para ibu rumah tangga yang ingin produktif dan menghasilkan dari rumah dengan menjadi penulis atau pebisnis.


Aneh Namun Tetap Menarik 

Aneh namun menarik
sumber: pixabay

Konsep bisnis yang diusung oleh Indscript itu dinilai aneh. Mengapa konsep bisnis dianggap aneh? Tentunya sesuatu dianggap aneh karena tidak seperti pola yang biasanya ada. Jika dalam bisnis kepenulisan, pola yang selalu terjadi adalah penulis mengirimkan tulisan ke penerbit berupa naskah full, berbeda halnya dengan konsep yang diusung agensi naskah Indscript creative ini. 

Konsep bisnis yang diusung oleh agensi naskah Indscript creative ini menabrak pola pengajuan naskah pada umumnya. Indscript hanya mengajukan ratusan judul, apabila penerbit setuju maka proses penulisan bisa dilanjutkan. Hal inilah yang dianggap aneh karena ibarat membeli kucing dalam karung.

Saat itu yang dilakukan Indscript adalah mengajukan ratusan judul. Apabila penerbit tertarik dengan beberapa judul yang diberikan maka Indscript akan mengajukan outline dari judul yang dipilih beserta contoh penulisannya. Apabila penerbit setuju maka dilanjutkan dengan penulisan naskah secara full dengan mengikuti deadline yang diminta. Tak hanya itu saja bahkan Indscript memberikan pelayanan tambahan hingga buku jadi. 

Konsep agensi naskah yang dikembangkan Indscript merupakan hasil dari pembelajaran otodidak yang dilakukan oleh Teh Indari dan terinspirasi dari membaca buku Desctop Publisher yang membahas peran agensi naskah di luar negeri yang sangat berkembang.  Ternyata konsep agensi naskah ini menarik hati para penerbit. 

Pembelajaran Bisnis dari Indscript Creative

Pembelajaran Bisnis
sumber: pixabay


Perjalanan bisnis memang tak selalu berada diatas. Perjalanan bisnis bak roda yang terus berputar. Meski Indscript sudah mencicipi buah manis perjalanan bisnisnya dengan rata-rata tiap bulan mendapatkan orderan 60-100 buku namun ada permasalahan yang terjadi. Produksi dan Marketing tidak berjalan beriringan. Lantas apa yang terjadi? Produksi buku menjadi kurang terkontrol kualitasnya yang menyebabkan Indscript ditinggalkan oleh client-nya. 

Tahun 2009, dua tahun setelah Indscript didirikan, Indscript berada diambang kebangkrutan karena kehilangan pelanggannya. 

"Namun…saya bersyukur saya tak kehilangan semangat untuk bangkit karena Indscript adalah bidang bisnis yang passion saya. Kehilangan pelanggan ini yang membuat Indscript ada di ambang kebangkrutan sehingga akhirnya banyak sekali kebijakan yang kemudian saya lakukan untuk menyelamatkan perusahaan, salah satunya adalah dengan melakukan pemberhentian karyawan dan hanya memilih mereka yang memang benar-benar qualified untuk jalan barang di perusahaan kami." Kenang Teh Indari
Kejadian itu membuat Teh Indari memperoleh pelajaran yang berharga tentang bisnis. Pelajaran itu adalah bahwa bisnis bukan hanya tentang orderan yang banyak namun juga tentang bagaimana kita memberikan pelayanan yang terbaik pada konsumen agar konsumen puas. Memang ada klien yang hilang namun ada juga yang mau bersabar. 

Kehilangan, kegagalan atau hal buruk lainnya bukanlah untuk disesali namun dijadikan penyemangat untuk memperbaiki diri. Belajar dari kehilangan klien maka Indscript mulai memperbaiki pelayanannya. Ketika Indscript memiliki banyak permintaan penulisan buku dari klien maka Teh Indari mulai mencari penulis. Dimulai dari mana ya? Berawal dari sinilah Teh Indari punya visi untuk memberdayakan para ibu rumah tangga yang punya passion menulis. 

Lahirnya Ibu-Ibu Doyan Nulis

Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis
sumber: ibuibudoyannulis.com

Bisnis itu bukan hanya tentang diri sendiri. Teh Indari melihat bahwa meskipun dirinya sebagai ibu rumah tangga namun tetap bisa produktif dan bahkan menghasilkan dari menulis. Teh Indari berpikir bila ia saja mampu apalagi ibu rumah tangga lainnya. Mereka bisa juga produktif dan menghasilkan uang tanpa harus keluar dari rumahnya. Atas dasar pemikiran itu maka pada tanggal 24 Mei 2010 Teh Indari membentuk komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis. 

Antusiasme komunitas ini sangat tinggi bahkan hingga kini membernya sudah ada lebih dari dua puluh ribu orang. Lewat komunitas ini Indscript memfasilitasi para perempuan untuk hadir dalam bidang penulisan.

Hingga kini sudah lebih dari 4000 karya penulis yang karyanya telah dipinang dan diterbitkan oleh penerbit major seperti Gramedia, elekmedia computindo dan penerbit lainnya. Nama Indscript menjadi semakin melekat dihati para ibu-ibu yang bercita-cita menjadi penulis. Ada harapan baru di Indscript. 

Bangkit dari Keterpurukan

Movo on
sumber: pixabay

Keberhasilan instan yang diraih teh Indari sedikit melenakan dirinya. Gaya hidup Teh Indari berubah drastis. Allah pun menegur Teh Indari dengan keolengan bisnisnya yang menyebabkan ia kehilangan beberapa kliennya. 

Namun semangat Teh Indari dan passionnya dibidang kepenulisan tak menyurutkan langkahnya. Ia mulai bangkit kembali untuk membenahi Indscript menjadi lebih baik lagi. Ini dia langkah yang digunakan Teh Indari ketika terpuruk dari kegagalan berbisnis itu.

1. Buatlah Personal Branding

Personal Branding
sumber: pixabay

Ketika mencoba bangkit kembali ada saja kesempatan kedua. Teh Indari ditawari untuk menulis biografi owner Amanda Brownies oleh Penerbit Mizan. Menulis biografi bukanlah hal yang biasa bagi Teh Indari namun diterimanya tawaran itu. Alhamdulillah klien puas dan merekomendasikan ke relasinya. 

Siapa sangka nama yang tercantum di cover buku biografi menjadi magnet yang memunculkan klien baru bagi Indscript. Kini Indscript telah pernah menulis biografi dari mulai pengusaha hingga guru besar. 

2. Mengikuti Kompetisi Bisnis

Berkompetisi
sumber: pixabay

Tidak ada salahnya mengikuti kompetisi bisnis, selain hadiahnya yang menggiurkan maka nama bisnis kamu juga ikut dikenal. Seperti yang dirasakan oleh Teh Indari, dalam kurun waktu 2010-2012 beliau memenangkan 10 kompetisi bisnis sehingga bisa menambah modal untuk mengembangkan Indscript.  Bahkan Teh Indari sempat dinobatkan menjadi perempuan inspiratif dari majalah Nova.

Semenjak memenangkan banyak kompetisi, nama Indscript makin dikenal dan klien pun berdatangan dengan sendirinya. Klien yang datang bukan hanya dari penerbitan saja bahkan dari perusahaan swasta dan BUMN.

3. Mencari Mentor

Mentoring bisnis
sumber: pixabay

Bisnis yang ingin berkembang pesat lebih cepat maka perlu belajar dari orang yang sudah berkecimpung terlebih dahulu dalam dunia bisnis. Singkatnya seorang pebisnis butuh mentor yang akan mengarahkan dan memberikan masukan untuk perkembangan bisnis. 

Beruntung Teh Indari memenangkan banyak kompetisi, sehingga ia pun berkesempatan memperoleh mentor bisnis yang membantu meningkatkan kapasitas bisnisnya.

4. Tak Berhenti Berinovasi

Inovasi
sumber: pixabay

Berinovasilah atau kau akan digantikan. Di Era serba cepat ini maka inovasi terus-menerus harus dilakukan agar tak tergantikan oleh kompetitor lainnya. Hal itu jugalah yang dilakukan oleh Teh Indari, adapun inovasi yang dilakukan oleh Teh Indari adalah:
  • Tahun 2010 mendirikan komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis 
  • Tahun 2011 mendirikan komunitas Ibu-Ibu Doyan Bisnis
  • Tahun 2013 mendirikan Sekolah Perempuan dan meresmikan Indscript Personal Branding
  • Tahun 2014 mengeluarkan Indscript Direct Selling dalam bentuk metrik dan dreambook. Antusiasmenya luar biasa, buku dreambook itu pun laku keras di pasaran.
  • Tahun 2015 perpaduan Indscript Direct Selling dan dunia mengajar maka lahirlah Indscript Training Center. Disini banyak kelas online yang mengajarkan bagaimana cara berbisnis dari rumah.
  • Tahun 2015 membangun komunitas emak pintar
  • Tahun 2017 membuat bisnis baru yakni menjadi produsen handshock Indsblack.
  • Tahun 2018 ada inovasi bahwa menulis tak hanya berupa buku namun bisa berupa workbook, minibook, agenda dan luar biasa peminatnya
  • Tahun 2018 menjadi co-founder kunikita, bisnis retail makanan frozen.
  • Tahun 2018 mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Bandung sebagai perempuan penggerak perempuan dan sebagai penulis perempuan. 
  • Tahun 2019 membuat program self publishing BUKUIN.
  • Tahun 2020 memabangun icon-icon yang unik seperti miss writing, miss Indscript, dan icon lainnya. 

Ulang Tahun Ke-13 Indscript Creative

Indscript Creative
Hibah Modal Usaha dari Indscript Creative
sumber: Facebook indari mastuti

Memasuki usia barunya Indscript tak ingin hanya mengejar keuntungan semata namun juga ingin bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Maka dari itu diluncurkanlah program CSR berupa hibah dana usaha, donasi lansia dan donasi lainnya yang diambil dari sepuluh persen omset Indscript.

Mimpi berikutnya adalah Di tahun 2024 Indscript memiliki 15.000 jaringan pemasaran yang berasal dari perempuan khususnya ibu rumah tangga agar bisa menghasilkan pendapatan walau hanya di rumah saja. 

Masya Allah kisah yang inspiratif ya. Bisa jadi panutan ini dalam berbisnis. Terus kencangkan otot belajarmu ya. Salam sukses!








  • Share:

You Might Also Like

0 komentar